Kategori: Cerpen

Kebencian Gadis Beranak Satu

Ini adalah cerpen kelanjutan dari cerpen bukti janji yang menyesatkan. Jadi silakan sobat baca terlebih dahulu cerpen tersebut. Di pagi hari yang masih berembun, terlihat Layla sedang berjalan…

Kakak Sang Perancang Masa Depan

“Niva, apakah kamu tahu, kalau tumbuhan putri malu itu mengkuncup saat malam hari?” Tanya seorang laki-laki yang berumur 21 tahun kepada adiknya sambil terlentang di kasur yang bermotif…

Kebenaran Sang Gadis Desa

Terlihat seorang pemuda yang berusaha nyaman untuk tidur di sebuah sofa. Pemuda tampan berkumis tipis itu sedang bermalas-malasan. Karena ia baru saja melakukan perjalanan jauh dari kota ke…

Matahari Itulah yang Pantas Diperjuangkan

Mentari menyala dan menampakan cahayanya di pagi yang sangat indah bagi seorang Lisna, gadis cantik jelita berambut panjang dan berwarna hitam mengkilat. Terlihat gadis itu sedang membersihkan kamar…

Bukti Janji yang Menyesatkan

Di siang hari yang penuh dengan debu, berdirilah seorang gadis di pinggir jalan dengan rambut lembut dan terurai. Dibalut baju berwarna merah marun dan menyangklong sebuah tas sederhana…

Kenapa Harus Seperti Ini

Di pagi yang cerah saat libur panjang, seolah waktu sedang memanjakan para siswa malas . Rian (16 tahun), dengan mata kiri menutup dan mata kanannya yang fokus melihat hp…

Hanya karena Lupa

Jam alarm yang menyala di atas meja bergetar seolah seperti gempa dan berbunyi keras seolah seperti ibu meneriaki Edi untuk segera bangun. Namun, Edi tetap saja susah untuk…

Luasnya Makna Lampu di Sudut Jalan

Di sore hari yang masih terasa panasnya sinar matahari “Gubrakkkk…..!!!” tiba-tiba Andi seorang pengendara motor terkapar lemas dan tak berdaya di sisi jalan. Dia terjatuh dan terpisah dari…

Motivasi Dibayar Kopi

Sapu tangan Anisa seolah sudah tak mampu menahan air mata yang terus menetes tanpa henti. Ya… dia baru saja di tinggal pergi oleh ayahnya untuk selama-lamanya. Kecelakaan ayahnya…

Misteri Korban Pencurian Sendal

Di suatu malam dengan bulan purnama yang terang… Si Cemong berjalan terburu-buru membawa sendal miliknya sambil memakai sendal baru yang baru saja dia ambil dari depan rumah Pak…