Menu Tutup

Penulis: Muhammad Nuhan Nahidl

Kebencian Gadis Beranak Satu

Ini adalah cerpen kelanjutan dari cerpen bukti janji yang menyesatkan. Jadi silakan sobat baca terlebih dahulu cerpen tersebut. Di pagi hari yang masih berembun, terlihat Layla sedang berjalan dan menikmati pagi di pinggiran kampung yang terletak tak jauh dari kota kecil. Perempuan tersebut menggunakan hijab lebar berwarna merah dan memakai rok panjang berwarna hitam, selayaknya…

Kakak Sang Perancang Masa Depan

“Niva, apakah kamu tahu, kalau tumbuhan putri malu itu mengkuncup saat malam hari?” Tanya seorang laki-laki yang berumur 21 tahun kepada adiknya sambil terlentang di kasur yang bermotif bunga-bunga. “Benarkah, apakah tumbuhan itu juga tidur saat malam hari, Kak?” Tanya adiknya menyambung pembahasan tersebut. “Apakah tumbuhan itu juga sikat gigi sebelum tidur?” tambah adik yang…

Kebenaran Sang Gadis Desa

Terlihat seorang pemuda yang berusaha nyaman untuk tidur di sebuah sofa. Pemuda tampan berkumis tipis itu sedang bermalas-malasan. Karena ia baru saja melakukan perjalanan jauh dari kota ke desa. Bersama rombongan keluarga kecilnya. Ia berlibur ke kediaman bibinya yaitu adik perempuan dari ayahnya. Merasa lelah adalah hal pasti, karena perjalanan dari kota ke desa membutuhkan…

Matahari Itulah yang Pantas Diperjuangkan

Mentari menyala dan menampakan cahayanya di pagi yang sangat indah bagi seorang Lisna, gadis cantik jelita berambut panjang dan berwarna hitam mengkilat. Terlihat gadis itu sedang membersihkan kamar di kosannya. “Kring…kring…kring...” Terdengar suara dari hp yang berdering keras di atas meja. Yang membuat Lisna seorang mahasiswi matematika terusik untuk segera mengangkatnya. “Ya.. halloo.” Sahut Lisna…

Bukti Janji yang Menyesatkan

Di siang hari yang penuh dengan debu, berdirilah seorang gadis di pinggir jalan dengan rambut lembut dan terurai. Dibalut baju berwarna merah marun dan menyangklong sebuah tas sederhana berwarna hitam. Gadis itu hanya diam dan sesekali menengok kanan dan kiri seperti menunggu seseorang. Sudah cukup lama ia menunggu di jalan yang lumayan ramai dan penuh…

Kenapa Harus Seperti Ini

Di pagi yang cerah saat libur panjang, seolah waktu sedang memanjakan para siswa malas . Rian (16 tahun), dengan mata kiri menutup dan mata kanannya yang fokus melihat hp yang sedang dibongkar. Seolah dia sedang mengerjakan suatu hal yang paling penting di dunia. “Rian, kamu mau di rumah atau ke sawah?” tanya ibu agak berteriak dari kejauhan.…

Hanya karena Lupa

Jam alarm yang menyala di atas meja bergetar seolah seperti gempa dan berbunyi keras seolah seperti ibu meneriaki Edi untuk segera bangun. Namun, Edi tetap saja susah untuk bangun. Kira-kira seperti itulah gambaran Edi selama 5 hari ini. Semenjak dia bekerja untuk pertama kalinya seolah hidupnya berubah seperti kapal yang terbalik. Yang terlihat hanya kekacauan…

Luasnya Makna Lampu di Sudut Jalan

Di sore hari yang masih terasa panasnya sinar matahari “Gubrakkkk…..!!!” tiba-tiba Andi seorang pengendara motor terkapar lemas dan tak berdaya di sisi jalan. Dia terjatuh dan terpisah dari motornya hingga 7 meter. Matanya masih terlihat sayup-sayup, dia hanya bisa melihat kerumunan kaki mendekati dirinya yang tak mampu berbuat apa-apa… hingga akhirnya dia pun terlelap. Andi…

Motivasi Dibayar Kopi

Sapu tangan Anisa seolah sudah tak mampu menahan air mata yang terus menetes tanpa henti. Ya… dia baru saja di tinggal pergi oleh ayahnya untuk selama-lamanya. Kecelakaan ayahnya seolah selalu membayangi dan menghantui pikirannya. Bagaimana tidak, ayah yang selalu ada dan sayang padanya harus meninggalkannya dengan cara mengenaskan. Namun, Anisa berusaha untuk menghentikan kesedihannya tersebut. Karena…

Misteri Korban Pencurian Sendal

Di suatu malam dengan bulan purnama yang terang… Si Cemong berjalan terburu-buru membawa sendal miliknya sambil memakai sendal baru yang baru saja dia ambil dari depan rumah Pak RT. “Lumayanlah dapet sendal baru, bagus pula warnanya, warna ungu warna kesukaanku banget” kata si cemong dalam hati dengan bahagia…. Pak RT memang terkenal mempunyai banyak sendal…